Sketsa Iseng (1)

Sticky

luthfi ayzar

Advertisements

Try Out Al Falah Dago

Standard

Pendidikan merupakan investasi terbaik untuk generasi masa depan

Pendidikan bukan hanya berbicara tentang sekolah, bukan hanya tentang bangku perkuliahan. Melainkan sebuah proses pendewasaan diri, proses transfer pengetahuan, pengjewantahan pengalaman, proses transformasi diri sesorang dalam menjalani kehidupan.

Seorang yang berpendidikan belum tentu orang yang terdidik.

Hafalan Al Qur’an 

Standard

​_*Bismillah………*._

*_Assalamu’alaykum……_*

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

*Kisah Unik Seorang Pengajar Al-Qur’an*

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Kisah ini disampaikan oleh salah seorang pengajar al-Quran al-Karim di salah satu masjid di Makkah al Mukarramah. 

Ia berkata : 

*“Telah datang kepadaku seorang anak kecil berusia tidak lebih dari _sepuluh tahun_ yang ingin mendaftarkan diri dalam halaqah.* 
Maka aku bertanya kepadanya : *‘Apakah engkau hafal sebagian dari al Quran….?’*
Ia berkata : *‘Ya.’*
Aku bertanya kepadanya : 

*‘Bacakan dari juz ‘amma!’* 
Maka kemudian ia membacanya. 

Aku bertanya lagi : 

*‘Apakah kamu hafal surat tabaarok* 

*(al Mulk)….?’* 
Ia menjawab : *‘Ya.’*
Aku pun takjub dengan hafalannya dalam usia yang masih dini.
Aku bertanya kepadanya tentang *suroh an Nahl.* 

Ternyata ia hafal juga.

Maka semakin bertambah kekaguman ku atasnya.
Kemudian aku ingin mengujinya dengan surat-surat yang panjang.

Aku bertanya : 

*“Apakah engkau hafal surat al-Baqarah….?”*
Ia menjawab: *“Ya.”* 
Dan ia membaca surat itu tanpa salah sedikit pun. 
Kemudian aku berkata : 

*“Wahai anakku apakah engkau hafal al Quran….?”* 
Ia menjawab : *“Ya.”*
*SubhanALLOH….!!!* 

Dan apa yang Alloh kehendaki pasti akan terjadi….!!! 

Aku memintanya untuk datang esok hari bersama dengan orang tuanya, sedangkan aku sungguh benar-benar takjub. 

Bagaimana mungkin bapaknya melakukan hal tersebut….?!
Suatu kejutan besar ketika bapak anak tersebut hadir. 

Aku melihat penampilannya tidak menunjukkan orang yang berkomitmen kepada *As-sunnah.*

 

Segera ia berkata kepadaku : 

*“Saya tahu Anda heran kalau saya adalah ayahnya, tapi saya akan menghilangkan rasa keheranan Anda.* _Sesungguhnya di belakang anak ini ada seorang wanita yg setara dengan seribu laki-laki._

*Aku beritahukan kepada Anda, bahwa aku di rumah memiliki tiga anak yang semuanya hafal al-Quran.*

*Dan anakku yang paling kecil, gadis berusia 4 tahun, sudah hafal juz ‘amma.”*
Aku kaget dan bertanya : 

*“Bagaimana bisa seperti itu….?!”*
ia mengatakan *bahwa ibu mereka* ketika mereka mulai bisa berbicara pada usia bayi, maka ia *memulainya dengan menghafalkan al Quran* dan memotivasi mereka untuk itu.
Siapa *yang hafal pertama kali*, 

maka dialah yang berhak memilih menu untuk makan malam hari itu. Siapa *yang melakukan muroja’ah*

*(setor hafalan) pertama kali,* 

dialah yang berhak memilih kemana kami akan pergi mengisi liburan mingguan. 

Dan siapa *yang mengkhatamkan pertama kali,* maka dialah yang berhak menentukan kemana kami harus mengisi liburan.
Seperti inilah, *istriku menciptakan suasana kompetisi* (persaingan) dalam menghafal dan melakukan muroja’ah.
Ketika merenungkan dan memikirkan kisah yang penuh pelajaran ini, kami mendapati bahwa *seorang wanita sholihah* yang senantiasa memperhatikan kebaikan rumah tangganya, maka dialah wanita *yang Nabi telah berwasiat kepada kaum laki-laki* untuk memilihnya sebagai pasangan hidup. 

_Meninggalkan orientasi harta, kecantikan dan kedudukan._
Maka benarlah ketika Rosululloh bersabda :

*“Seorang wanita dinikahi karena empat hal,* karena _hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya._ *Maka dapatkan _wanita yang memiliki agama_ (niscaya kamu beruntung) jika tidak maka kamu akan merugi (hina) .”*

_(HR. Bukhari)_.
Nabi bersabda:

*“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah _wanita sholihah.”_* 

_(HR. Muslim)_.
Selamat atasnya (ibu anak tersebut) yang *telah menjamin masa depan anak-anaknya dengan menjadikan Al Quran sebagai pemberi syafaat* kepada mereka kelak di hari kiamat.
Nabi bersabda:

*“Akan dikatakan kepada orang yang hafal al-Quran pada hari kiamat, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dalam kehidupan dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu (derajat tingkatanmu) adalah pada ayat terakhir yang engkau baca.”* 

_(HR. Ibnu Hibban)_.
Maka bayangkanlah sekarang datangnya hari-hari itu, ketika ibu itu berdiri di padang mahsyar. 

Ia akan melihat anak-anaknya terus naik dan naik di hadapannya, dan tiba-tiba mereka berada di tempat yang paling tinggi. 

Kemudian dibawakan kepadanya *mahkota al waqoor* (kemuliaan) yang diletakkan di atas kepalanya.
Apa yang akan dilakukan anak-anak kita jika dikatakan kepada mereka : *“Bacalah….!”*
Maka kemanakah (hafalan) mereka akan sampai….?
Apakah akan diletakkan di atas kepala kita sebuah mahkota….?
Jika didatangkan timbangan amal, maka berapa banyak lagu-lagu yang mereka hafalkan….?!!
Berapa banyak gambar-gambar porno yang ada dalam HP mereka….!??
Berapa banyak bluetooth dengan materi menjijikkan….!??
Semua ini akan menjadi modal dalam timbangan amal kedua orang tua mereka…!!.
Rosululloh bersabda :

*“Setiap dr kalian adalah pemimpin, & akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.* 

*Seorang pemimpin atas manusia adalah pemimpin, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.*

*Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.* 

*Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya & anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.* 

*Dan seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya.* 

*Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin, & stp dr kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”* 

_(HR. Bukhori)_.
Tidaklah Alloh mengkaruniakan kepada kita keturunan agar kita memperbanyak orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya. 

Akan tetapi *agar mereka bersyukur dan ingat.* 

_Apakah anak kita termasuk dari kalangan mereka….!??_
*Wahai setiap ibu, wahai saudariku semua….!!!*

_Mulailah dengan mendidik dan memperbaiki anak-anak kalian._ Jadikanlah huruf dan ayat-ayat Al-Quran sebagai pemberat timbangan amal kalian dan saksi bagi kalian pada hari perhitungan. 

Hari dimana al-Quran akan memberikan syafa’at kpd pembacanya pada hari kiamat. 

Hari dimana para penghafal Al-Quran menempati tempat yang tinggi. 

Dan akan bersama mereka (orang tua mereka) menempati tempat yg tinggi.
Tentunya risalah ini juga untuk para bapak…..!!!

*Bayangkan wahai para bapak, jika Anda menjadikan anak Anda hafal Al-Quran.* 

Setiap kali ia membaca satu huruf, Anda akan mendapatkan pahala setiap huruf yang ia baca dari al-Quran dalam hidupnya. 

Maka jadilah Anda dengan menjaga anak Anda untuk menghafalnya dengan pertolongan dari Alloh Ta’ala.
_Saya memohon kepada Alloh agar menjaga putra-putri kita, & menjadikan mereka orang-orang yang memberi hidayah dan mendapatkan hidayah._

*Aamiin yaa Robbal ‘alamiin…..*

〰〰〰〰〰

(Syaikh Mamduh Farhan Al Buhairi) 

✳co reveresi✳

〰〰〰〰〰〰〰〰[truncated by WhatsApp]

​Syair Hadlratu Syaikh Hasyim Asy’ari

Standard

​Syair Hadlratu Syaikh Hasyim Asy’ari – Rahimahullah wa nafa’anallahu bi’ulumihi wa amiddana biasrarih,

➖➖➖➖➖➖➖➖

وَلَا شَيْءٌ يَدُوْمُ فَكُنْ حَدِيْـــــثاً ۞ جَمِيْلَ الذّكْرِ فَالدُّنْيَا حَدِيْثُ

Tak ada satu pun di dunia ini yang kekal. Maka, ukirlah cerita indah sebagai kenangan. Karena dunia memang sebuah cerita

أَلَا لِيَقُلْ مَا شَــاءَ مَنْ شَاءَ إِنّماَ ۞ يُلامُ الفَتـــىَ فِيْمَا اسْتَطَاعَ مِنَ اْلأمْرِ

Ungkapkanlah apa yang ingin diungkapkan. (Jangan ragu) pemuda memang selalu dicemooh lantaran kecakapannya.

ذَرِيْنِيْ أَنَالُ مَا لَا يُناَلُ مِنَ اْلعُلَى ۞ فَصَعْبُ العُلىَ فِي الصَّعْـــبِ وَالسَّهْلُ

Biarkan aku meraih kemuliaan yang belum tergapai. Derajat kemuliaan itu mengikuti kadar kemudahan dan kesulitannya.

فِي السَّهْلِ تُرِيْدِيْنَ إِدْرَاكَ المَعَالِي رَخِيْصَةً ۞ فَلَا بُدَّ دُوْنَ الشَّهْدِ مِنْ إِبَرِ النَّحْلِ

Engkau kerap ingin mendapatkan kemuliaan itu secara murah.

Padahal pengambil madu harus merasakan sengatan lebah.

سَتُبْدِيْ لَكَ الأيامُ مَا كُنْتَ جاَهِلاً ۞ وَيَأْتِيْكَ بِاْلأخْبارِ مَا لَمْ تُزَوِّدِ

Kelak waktu akan memperlihatkan dirimu sebagai orang yang bodoh, dan membawakan kabar untukmu tentang perbekalan yang kosong.

لَقَدْ غَرَسُوْا حَتَّى أَكَلْناَ وَإِنَّناَ ۞ لَنَغْرَسُوْا حَتَّى يَأْكُلَ النَّاسُ بَعْدَنَا

Para pendahulu telah menanam sehingga kita memakan buahnya. Sekarang kita juga menanam agar generasi mendatang memakan hasilnya.

إِذَا فَاتَنِيْ يَوْمٌ وَلَمْ أَصْطَنِعْ يَدًا ۞ وَلَمْ أَكْتَسِبْ عِلْماً فَمَاذَاكَ مِنْ عُمْرِيْ

Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?

Rabu 27 Juli 2016

Standard

​BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM

Assalaamu ‘alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh!

“HAKEKAT KEBAIKAN”

(كمال خير من عند الله)

.

لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰٓئِکَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ ۙ وَالسَّآئِلِيْنَ وَفِى الرِّقَابِ ۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عٰهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فى الْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ ؕ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْاواُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْن

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada ALLAH, hari Akhir, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, dan Nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

[QS. Al-Baqarah: Ayat 177]

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا ؕ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ؕ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ؕ ذٰ لِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ ۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ۙ ۙ 

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah ALLAH disebabkan DIA telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan ALLAH. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

[QS. Ar-Rum: Ayat 30]

قُلْ هَلْ نُـنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِيْنَ اَعْمَالًا ؕ 

Katakanlah (Muhammad), “Maukah Kami beri tahukan padamu

Tentang orang yang paling rugi perbuatannya?”

[QS. Al-Kahf: Ayat 103]

اَ لَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا

(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka “merasa” telah berbuat sebaik-baiknya.

[QS. Al-Kahf: Ayat 104]

الا ان فى الجسد المضغة فان صلحت صلح سار عمله 

وان فسدت فسد سار عمله الا وهي القلب،،،،،الحديث

“Ketahuilah didalam jasad (manusia) terdapat segumpal darah,Maka jika dia Baik, Baiklah seluruh ‘amal (manusia) dan jika dia rusak maka rusaklah seluruh’amal (manusia), Ketahuilah itulah hati (adanya)”

.

يٰۤاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۙ ۖ 

Wahai jiwa yang tenang!

[QS. Al-Fajr: Ayat 27]

ارْجِعِيْۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ 

Kembalilah kepada TUHANmu 

Dengan hati ridho & diridhoi-NYA.

[QS. Al-Fajr: Ayat 28]

فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِى ۙ 

Maka masuklah ke dalam 

Golongan hamba-hamba-KU,

[QS. Al-Fajr: Ayat 29]

وَادْخُلِيْ جَنَّتِى

dan masuklah ke dalam surga-Ku.

[QS. Al-Fajr: Ayat 30]

.

Bukan kekayaan yang membuat manusia mulia

Dan bukan kemiskinan yang membuatnya terhina

Namun Kemuliaan ada di dalam hati dan rasa

Bukanlah Kebaktian dengan menyimpan bangga

Dan bukan pula karena ingin disanjung dan dipuja 

Bukanlah kebaktian itu karena surga ataupun Neraka

Namun Kebaktian Sesungguhnya ada di hati hamba 

Yang Lurus dalam Mengharap dan Meraih RidhoNYA

Bukan Kebaikan semata yang mambawa ke surga

Namun sesungguhnya karena Anugrah & RahmatNYA

Pada hamba yang Ridho padaNYA & DIA Meridhoinya

Bukan dosa semata yang membawa insan ke Neraka

Namun kesombonganlah yang menyebabkannya

Terlempar terbakar dan terhina dalam SiksaNYA

Di balik dosa masih ada Maaf dan AmpunanNYA

Bagi yang mengharap Rahmat dan RidhoNYA

Di balik kebaikan ada yang menghancurkannya

Itulah Penyakit Sombong dan Riyaa adanya

Yang Bersembunyi di dalam hati & rasa manusia

Yang Merasa Lebih dan Merendahkan sesama

Betapa sesungguhnya

Hakekat Kebaikan ada dalam GenggamanNYA

Hakekat Kemuliaan ada dalam PandanganNYAk

Dan Hakekat Kebenaran adalah MilikNYA

Jagalah Hati karena itu harta yang paling berharga

Jagalah Rasa karena dapat membawa bencana.

Agar tak menjadi buih bagian tiga(Kreatifitas ala Amerika)

Standard

​Copas

Zulkaida Akbar 
Sebagai mantan orang nomor satu di Organisasi kemahasiswaan kampus, saya cukup percaya diri untuk mengatakan kalau saya ini pemberani. Namun prasangka ini berubah setelah sampai di Amerika. Saya merasa “kecil” disini.
Saya memilih Florida State Univ. karena alasan sederhana, disini sudah ada beberapa generasi mahasiswa fisika dari Indonesia. Jadi saya tidak perlu khawatir untuk beradaptasi di Lingkungan baru karena banyak orang yang akan membantu saya nantinya. 
Dengan pertimbangan inilah saya menolak peluang untuk kuliah di kampus lain, mengingat saya akan menjadi orang Indonesia pertama yang kuliah disana. Dengan bahasa Inggris yang masih pas pasan, saya tidak bisa membayangkan kesulitan yang akan muncul ketika saya harus mencari apartemen sendiri, mengurus printilan dokumen seperti SSN dan sebagainya. 
Oleh karena itu, saya lumayan tertohok ketika bertemu dengan seorang berusia 20an, perempuan, dan sudah solo traveling ke belasan negara; bukan ke negara2 yang populer untuk wisata serta ramah turis melainkan negara2 tidak terkenal yang penduduknya bahkan tidak berbahasa Inggris. 
Selain itu saya juga bertemu beberapa kawan yang pernah menjadi sukarelawan di Ghana. Mereka (anak2 S1) membuat organisasi sosial, mengumpulkan dana, membuat program2 sosial di Afrika, serta memobilisasi sukarelawan untuk pelaksanaan program hingga monitoring. Hal semacam ini jujur tak pernah terbayang waktu saya kuliah dulu. 
Pernah pula bertemu dengan anak S1, punya beberapa store AT&T (perusahaan telekomunikasi), punya perusahaan marketing consultant, juga berkecimpung di organisasi sosial. 
Cerita2 seperti inilah yang membuat saya merasa “kecil”, belum lagi ketika membaca cerita2 macam leslie dewan; pemudi lulusan S1 yang kemudian membuat perusahaan pembangkit nuklir ketika usianya dibawah 30 tahun.

……..
Jika nuansa “efisiensi ala Jerman” muncul ketika bersama prof. saya, maka aroma “kreatifitas amerika” kentara ketika saya berbaur dengan American. Tak heran, raksasa teknologi mulai dari Microsoft, google, apple, Facebook lahir di Amerika. Demikian juga dengan trend teknologi seperti Big data, data science, cloud computing, Flying car, tesla dll; semua muncul dari Amerika. 
Kreatifitas adalah keberanian untuk mencipta sesuatu yang belum ada, atau menjelajahi hal hal baru. 
Dua hal yang melekat pada kreatifitas adalah ide dan keberanian/keyakinan. Ide dapat muncul dari mana saja, namun keyakinan serta keberanian untuk mengeksekusi ide lah yang langka.
Di tangan orang yg berani, ide gila pun bisa dieksekusi meski seakan orang itu tak punya kapasitas.
Elon musk adalah bintang dekade ini. Pendiri spaceX, tesla, paypal dll ini beberapa waktu lalu mengejutkan dunia setelah berhasil mendaratkan roket di laut, Menandai era “renewable rocket”. Demikian juga dengan Mobil listrik nya yang sebentar lagi mengisi jalanan Amerika, dan mungkin juga akan merevolusi industri mobil. Saat ini misi besar dia adalah mendaratkan manusia di Mars. 
Yang menarik, elon musk tidak punya latar belakang sama sekali sebagai Insinyur roket, atau teknik mesin. Elon hanya punya gelar sarjana dengan dua major; Fisika dan Ekonomi.
Sebagai orang yang sama sekali tidak berlatar belakang engineering, ketertarikan elon membuat roket diawali dari sebuah buku tentang roket. “Kayaknya bikin roket seru nih.. ” Barangkali ini yg ada di benak elon kala itu.
Saya yakin, Elon bukan satu-satu nya yang punya ide demikian. Barangkali kita pun punya ide atau niatan sama. Bukankah kita juga sering mengalami momen2 : “Kayaknya seru kalau kita bikin ini” atau ” Asyik ya kalo kita bisa bikin ini.” Yang membedakan cuma satu : Elon punya keberanian mengeksekusinya. 
………
Baby step! kata kata favorit dari salah satu Profesor saya, seorang Yahudi polandia berkewarganegaraan Meksiko. Beliau selalu menekankan pentingnya mengeksekusi satu ide dengan langkah kecil, baby step yang pelan pelan ditumbuhkan dengan tekun. Kalau kata pembimbing saya : “At least we have something to start,” mantra yang selalu muncur diakhir diskusi kami. Sehingga selama ini saya selalu punya rencana riset yang clear setiap harinya.
Sukses Elon bukan dongeng satu malam. Sebelum Ia menjual produk teknologi Jutaan dollar, elon musk menjual program game sederhana dengan bahasa BASIC ketika berusia 12 tahun.
Demikian juga dengan cerita booming pokemon-go, ada kerja 20 tahun dibaliknya. Baby stepnya adalah game multiplayer, lantas perlahan tumbuh menjadi google earth sebelum jadi pokemon go.
……..
Alfatihah
Alfatihah, surat pendek yang dibaca tiap kali Shalat ini sulit untuk diamalkan. Namun mengamalkannya boleh jadi adalah kunci keutamaan.
Orang yang sudah mengamalkan “Segala Puji hanya milik Allah, tuhan semesta alam” berarti hatinya tidak bergeser sedikitpun ketika dipuji atau dicela, tidak berang dan tidak pula senang. 
Orang yang sudah mengamalkan ayat berikutnya yang diawali dengan “Ar-Rahman” berarti tidak takut lagi dengan ketidakpastian masa depan, karena sudah yakin se yakin2nya bahwa Allah telah menjamin takaran rezekinya.
Bukankah Ibunda Hajar dan Ismail pernah “terdampar” ditengah gurun panas dan sangat gersang. Namun karena Allah telah menetapkan rizki, maka munculah air zamzam.
Ketakutan yang membelenggu kreatifitas saya, melemahkan daya cipta barangkali karena saya belum bisa mengamalkan Alfatihah. Ketakutan saya untuk mengeksekusi ide barangkali karena saya belum sepenuhnya meresapi “Ar-Rahman”, Dzat yang telah menakar rezeki dgn sempurna, sehingga saya takut menghadapi ketidakpastian yang muncul ketika mengeksekusi ide.
Ketidaksabaran saya dalam memelihara baby step barangkali karena belum sepenuhnya mengamalkan surat Al-Insyirah : Dibalik kesusahan ada kemudahan.
…….
Saya membayangkan jika saja sebagian besar kelas menengah dari umat dan bangsa ini memiliki ide atau visi yang muncul dari hatinya, lalu mengeksekusinya dengan keyakinan akan pertolongan Allah, lantas membangun baby step yang dipelihara pelan dan penuh ketekunan dengan semangat :
“Inna ma’al ‘usri yusra” (dibalik kesusahan ada kemudahan).
Maka kita tak akan lagi menjadi buih.
Karena visi/ide besar, tanpa ditindaklanjuti dengan baby step yang clear dan terukur berarti khayalan atau panjang angan-angan.
Dan Rasulullah membenci panjang angan angan.

Catatan tawadu Al falah dago (21-06-2016)

Standard

image

Tawadhu Ramadhan :

Bulan Ramadhan, bulan yg menjadi satu bulan yang utama, yang mulia di mata Allah. bulan ini menjadi bulan yg spesial bagi kaum muslimin, salah satunya adalah peristiwa Nuzulul Qur’an, yaitu turunnya Al-Quran sebagai salah satu mu’jizat bagi nabi Muhammad SAW

Cinta seorang manusia di dunia :
1. wanita
2. Anak2
3. Kekayaan
4. Emas perak
5. Kendaraan
6. Binatang peliharaan dan tanaman (tanah)

Tapi itu hanya tipuan, tidak ada yg ada yang untuk dibawa ke akhirat

Iqro’ baca tulis sampaikan

Surat Toha yg disampaikan 1000 thn sebelum nabi Adam dilahirkan disana malaikat berkata betapa bahagianya umat yg menerima kitab ini,

Pada bulan Ramadhan saat diturunkan Al Qur’an bertepatan dengan perang badar, yaitu ketika tentara Muslim yg berjumlah sedikit, dengan sekutu kafir yg banyak. Dengan izin allah, kaum Muslim diberi kemenangan dengan keyakinan yg kuat atas aqidahnya.
Awalnya Rasullullah mengajarkan aqidah kepada ummat.

Perjuangan nabi Muhammad banyak dilakukan di bulan Ramadhan, banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan ini.
Nuzulul Qur’an pun disepakati para ulama di Indonesia turun di tgl 17 Ramadhan.

Fenomena menghafal Al-Quran yang serba instan.
Bagaimana dalam menghafal Al-Quran
Tahapan pertama dalam Iqro’
– Membaca, termasuk menghafal
– Mempelajari makhorijul huruf, bacaan yang benar, menelaah bacaan, belajar kandungan, memahami tafsir Al-Quran.
– mengaplikasikan isi Al Qur’an dalam kehidupan sehari hari
– mendakwahkan kepada orang lain.

Suatu masa nanti akan ada orang-orang yang memiliki derajat seperti halnya para asabiqul awwalun dan memiliki iman yang sangat mulia. Siapa itu? Orang yang memahami Al Qur’an dan mengamalkannya.

Jika ingin menghafalkan Al Qur’an harus konsentrasi, menjaga hafalan, menjaga pandangan, menjaga diri untuk senantiasa bersih, jangan banyak jalan2,

Didik anak agar mencintai Allah dan Al-Quran
Awali dengan mencintai Allah dan Al-Quran dari kecil. Yakin bahwa Allah akan mencintai kita yg mencintai Allah dan Al-Quran, para malaikat akan menjaga kita, terutama untuk menjaga dirinya dari gangguan yg dapat merusak konsentrasi dan pandangan. Terutama dalam menjaga hafalan.
Menjaga hafalan Al Qur’an selama 40 hari insya Allah akan kuat menjaga hafalan seumur hidup.
Kuat hafalan dan pemahaman, insya Allah akan menjaga diri akan gangguan dan membatasi jangkauan dari gangguan.
Jika kita mencintai diri kita, jaga diri dari dosa, dari kotoran dunia, dari pandangan yang tidak baik. Insya Allah diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menerima ilmu. Jika dekat dengan Allah insya Allah akan dimudahkan.
Orang yg hafal, paham dan menerapkan Al Qur’an adalah orang yg sebaik-baiknya di mata Allah, bahkan sesuai yg disampaikan Rasulullah akan orang di suatu masa yang memiliki iman setara dengan assabiqul awwalun.

Saat Ramadhan, ada banyak yg mengejar target tamat Al Qur’an di bulan Ramadhan, terkadang ada yg belum benar bacaannya karena terburu-buru. Hendaknya dalam membaca dilakukan dengan bacaan yg benar dan tepat makhroj, serta tajwidnya. Kemudian selain itu dipenuhi juga sunah2nya di Al Qur’an
Agar membaca Al-Quran ini menjadikan kebiasaan yang dibawa seterusnya, Ramadhan sebagai masa perbaikan diri untuk dibawa kebiasaannya hingga nanti meninggalkan bulan Ramadhan.

Para ulama adalah warosatul anbiya’, yang akan mendampingi manusia hingga nanti akhir Zaman. Para penghafal Qur’an dan wali adalah orang yg menjadi pewaris nabi.

Al Fatihah sebagai awal dan akhir dalam setiap perkara sebagai contoh dalam pengajian selalu diawali tawasul dan diakhiri do’a dan Fatihah.

Mumpung di Al Falah jaga hafalan, jaga diri dalam pengajian. Manfaatkan setiap momen untuk menuntut ilmu, agar masa di pesantren menjadi masa yg barokah. Ilmu yang diperoleh insya Allah akan menjadi penolong bagi kita.
Hafalan Al Qur’an yang ada di dalam diri akan menjadi syafaat bagi kita nanti dan bagi orang tua. Jika memang cinta kepada orang tua, hafalan Al Qur’an.

Orang yang cerdas adalah orang yang sering melihat kematian dan mempersiapkan amal untuk menyambut datangnya kematian.
Dalam mengantarkan jenazah ke liang lahat hendaknya tidak berbicara, ngobrol kecuali mendo’akan dan dzikir, karena mayit sudah rindu untuk segera bertemu Allah. Karena tidak boleh mengulur2 untuk dikuburkan. Harus disegerakan, selain itu sholat untuk disegerakan ketika dikumandangkan adzan, begitu juga ketika anak perempuan sudah ada calon segera dinikahkan.