Sidang I Tugas Akhir

Standard

Menjalani hidup sederhana dengan diiringi senyum, canda, tawa, tanpa beban

Tugas Akhir hanyalah sebuah tugas kuliah yang dikerjakan di akhir studi. Sehingga kerjakan saja seperti tugas biasa. Namun, dengan usaha yang maksimal tanpa membebani diri

Mungkin kata-kata itu saya camkan dalam benak ketika menginjak semester akhir di Jurusan Fisika. Setelah vakum selama 1 semester di semester 7 tanpa pernah menyicil skripsi, saya memulai pengerjaan skripsi dengan menjalani rutinitas mingguan kelompok diskusi Pak Umar (Dosen Pembimbing) di bulan Desember. Padahal saat itu, 2 orang teman sudah sidang 1, ya apa boleh buat, “Selow aj” toh juga masih ada waktu. Ketika itu saya baru memulai mengerjakan skripsi dengan “cukup” serius. Salah satunya karena Pak Umar selalu mengingatkan saya untuk segera sidang 1 dari Januari.

Januari ke februari, februari ke maret, maret ke april, dari keinginan awal sidang di bulan januari, gk keburu sampai ke februari merasa masih hijau, bulan maret males sidang 1, langsung kerjain koding model. Kemudian setelah macet tidak ada progress, semangat untuk sidang 1 muncul kembali sebagai “pelarian” dari kerjaan skripsi yang tidak ada kemajuan, niatnya sebagai pemicu semangat untuk mengerjakan skripsi lebih baik. Amiin.

Kronologis Sidang 1 (Rencana Awal)

<Kamis, 27 Maret 2014> Setelah kuliah Mekstat secara tidak sengaja bertemu Pak Umar di TU, saat itu saya sedang ada urusan administrasi dengan Pak Sulaiman mengenai form fastrack. Saya semapat ngobrol sebentar dengan Pak Umar, sekedar menanyakan waktu bimbingan “yang penting ngobrol”. Kemudian, setelah itu nongkrong di lab, dan berencana pulang. Eh, di perjalanan pulang ketemu dengan Pak Sulaiman lagi ditagih formnya, disini terjadi misinterpretasi dari saya, “masih loading”. ” Loh pak, formnya harus dikumpulin hari ini juga?”. dan diiyakan dengan tegas. “Wah harus ke Pak Umar nih, minta tanda tangan. Kenapa nggak daritadi saja”, pikir saya.

Setelah melakukan pencarian dalam 15 menit, saya masih harus nunggu Beliau selesai ngajar kuliah Fisika Batuan. Nah, ketika itu terbesit keinginan untuk sidang 1, mungkin karena bengong sendirian  jadi mikir kemana2. Setelah itu langsung saya utarakan keinginan saya untuk sidang dengan penguji Pak Acep dan langsung disetujui Pak Umar, tinggal tentukan jadwal dari kedua dosen. Karena saya juga ikut grup diskusi Pak Acep, saya ceritakan ke Pak Umar kemungkinan waktu kosong Pak Acep. Kemudian besoknya langsung ditentukan, sidang 1 di hari senin tanggal 7 April. Padahal waktu itu draft masih acak2an dan belum selesai. Tapi, ya sudahlah tinggal dilanjutin draftnya, kalau sudah ditentuin tanggal sidang mana bisa seenaknya sendiri. (Deadliner)

—Bersambung (Tulisan ini dibuat saat menunggu run program analisis ekonofisika)–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s