Catatan tawadu Al falah dago (21-06-2016)

Standard

image

Tawadhu Ramadhan :

Bulan Ramadhan, bulan yg menjadi satu bulan yang utama, yang mulia di mata Allah. bulan ini menjadi bulan yg spesial bagi kaum muslimin, salah satunya adalah peristiwa Nuzulul Qur’an, yaitu turunnya Al-Quran sebagai salah satu mu’jizat bagi nabi Muhammad SAW

Cinta seorang manusia di dunia :
1. wanita
2. Anak2
3. Kekayaan
4. Emas perak
5. Kendaraan
6. Binatang peliharaan dan tanaman (tanah)

Tapi itu hanya tipuan, tidak ada yg ada yang untuk dibawa ke akhirat

Iqro’ baca tulis sampaikan

Surat Toha yg disampaikan 1000 thn sebelum nabi Adam dilahirkan disana malaikat berkata betapa bahagianya umat yg menerima kitab ini,

Pada bulan Ramadhan saat diturunkan Al Qur’an bertepatan dengan perang badar, yaitu ketika tentara Muslim yg berjumlah sedikit, dengan sekutu kafir yg banyak. Dengan izin allah, kaum Muslim diberi kemenangan dengan keyakinan yg kuat atas aqidahnya.
Awalnya Rasullullah mengajarkan aqidah kepada ummat.

Perjuangan nabi Muhammad banyak dilakukan di bulan Ramadhan, banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan ini.
Nuzulul Qur’an pun disepakati para ulama di Indonesia turun di tgl 17 Ramadhan.

Fenomena menghafal Al-Quran yang serba instan.
Bagaimana dalam menghafal Al-Quran
Tahapan pertama dalam Iqro’
– Membaca, termasuk menghafal
– Mempelajari makhorijul huruf, bacaan yang benar, menelaah bacaan, belajar kandungan, memahami tafsir Al-Quran.
– mengaplikasikan isi Al Qur’an dalam kehidupan sehari hari
– mendakwahkan kepada orang lain.

Suatu masa nanti akan ada orang-orang yang memiliki derajat seperti halnya para asabiqul awwalun dan memiliki iman yang sangat mulia. Siapa itu? Orang yang memahami Al Qur’an dan mengamalkannya.

Jika ingin menghafalkan Al Qur’an harus konsentrasi, menjaga hafalan, menjaga pandangan, menjaga diri untuk senantiasa bersih, jangan banyak jalan2,

Didik anak agar mencintai Allah dan Al-Quran
Awali dengan mencintai Allah dan Al-Quran dari kecil. Yakin bahwa Allah akan mencintai kita yg mencintai Allah dan Al-Quran, para malaikat akan menjaga kita, terutama untuk menjaga dirinya dari gangguan yg dapat merusak konsentrasi dan pandangan. Terutama dalam menjaga hafalan.
Menjaga hafalan Al Qur’an selama 40 hari insya Allah akan kuat menjaga hafalan seumur hidup.
Kuat hafalan dan pemahaman, insya Allah akan menjaga diri akan gangguan dan membatasi jangkauan dari gangguan.
Jika kita mencintai diri kita, jaga diri dari dosa, dari kotoran dunia, dari pandangan yang tidak baik. Insya Allah diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menerima ilmu. Jika dekat dengan Allah insya Allah akan dimudahkan.
Orang yg hafal, paham dan menerapkan Al Qur’an adalah orang yg sebaik-baiknya di mata Allah, bahkan sesuai yg disampaikan Rasulullah akan orang di suatu masa yang memiliki iman setara dengan assabiqul awwalun.

Saat Ramadhan, ada banyak yg mengejar target tamat Al Qur’an di bulan Ramadhan, terkadang ada yg belum benar bacaannya karena terburu-buru. Hendaknya dalam membaca dilakukan dengan bacaan yg benar dan tepat makhroj, serta tajwidnya. Kemudian selain itu dipenuhi juga sunah2nya di Al Qur’an
Agar membaca Al-Quran ini menjadikan kebiasaan yang dibawa seterusnya, Ramadhan sebagai masa perbaikan diri untuk dibawa kebiasaannya hingga nanti meninggalkan bulan Ramadhan.

Para ulama adalah warosatul anbiya’, yang akan mendampingi manusia hingga nanti akhir Zaman. Para penghafal Qur’an dan wali adalah orang yg menjadi pewaris nabi.

Al Fatihah sebagai awal dan akhir dalam setiap perkara sebagai contoh dalam pengajian selalu diawali tawasul dan diakhiri do’a dan Fatihah.

Mumpung di Al Falah jaga hafalan, jaga diri dalam pengajian. Manfaatkan setiap momen untuk menuntut ilmu, agar masa di pesantren menjadi masa yg barokah. Ilmu yang diperoleh insya Allah akan menjadi penolong bagi kita.
Hafalan Al Qur’an yang ada di dalam diri akan menjadi syafaat bagi kita nanti dan bagi orang tua. Jika memang cinta kepada orang tua, hafalan Al Qur’an.

Orang yang cerdas adalah orang yang sering melihat kematian dan mempersiapkan amal untuk menyambut datangnya kematian.
Dalam mengantarkan jenazah ke liang lahat hendaknya tidak berbicara, ngobrol kecuali mendo’akan dan dzikir, karena mayit sudah rindu untuk segera bertemu Allah. Karena tidak boleh mengulur2 untuk dikuburkan. Harus disegerakan, selain itu sholat untuk disegerakan ketika dikumandangkan adzan, begitu juga ketika anak perempuan sudah ada calon segera dinikahkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s